Sabtu, 17 April 2010

TUGAS BAB 4 "MENGOPTIMALKAN PRODUKSI"

Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
 
Kategori Kegiatan Produksi:
  • Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
  • Produksi massal yang kaku (rigid mass production) 
  • Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production)
Mengoptimalkan Produksi adalah upaya meningkatkan nilai dari suatu produksi. Seperti meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dsb

Cara Mengoptimalkan produksi:

1. Biaya yang digunakan harus dipandang sebagai keuntungan potensial ( potential profit ), bukan pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus di keluarkan. Dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiansi akan meningkatkan keuntungan.
2. Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah ( bukan sekedar mengubah input menjadi output ) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetatapan harga ( pricing strategy ) yang kompetirif di pasar.
3. Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu 

SUMBER: e-dukasi.net dengan pengubahan


TUGAS BAB 4 "PENGERTIAN PRODUSEN"

pengertian produsen
Pengertian produsen adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
Produsen dijabarkan dalam beberapa syarat, yaitu   :
Ω     Bentuk atau wujud dari pelaku usaha   :

×     Orang perorangan : Setiap individu yang melakukan kegiatan usahanya secara seorang diri.
×     Badan usaha : Kumpulan individu yang secara bersama - sama melakukan kegiatan usaha. Badan usaha dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu  :
         Badan hukum. Menurut hukum, badan usaha yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori badan hukum adalah yayasan, perseroan terbatas dan koperasi.
         Bukan badan hukum. Jenis badan usaha bukan badan hukum, seperti firma, atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil. Misalnya, pada saat mobil Anda mogok karena terjebak banjir, ada tiga orang pemuda yang menawarkan untuk mendorong mobil Anda dengan syarat mereka diberi imbalan Rp. 50.000,-. Tiga orang ini dapat dikategorikan sebagai badan usaha bukan badan hukum.
Ω     Kriteria Badan Usaha   :
×     Didirikan dan berkedudukan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
×     Melakukan kegiatan di wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
Ω     Kegiatan usaha tersebut harus didasarkan pada perjanjian.
Dengan demikian jelaslah bahwa pengertian pelaku usaha sangat luas. Yang dimaksud dengan pelaku usaha bukan hanya produsen, melainkan hingga pihak terakhir yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen, seperti agen, distributor dan pengecer (konsumen perantara).


Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan sbb :

  1. guna bentuk (form utility)  
  2. guna tempat (place utility)  
  3. guna waktu (time utility) 
  4. guna kepemilikan (ownership utility  
  5. guna pelayanan (service utility) 
  6. guna dasar (basic utility)


Prinsip ekonomi Produsen


Prinsip ekonomi produsen yaitu dengan modal yang dimiliki berusaha menghasilkan barang yang berkualitas dan mendatangkan keuntungan besar.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh produsen dalam prinsip ini adalah :
  1. Memilih produk yang sesuai dengan selera konsumen.
  2. Menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas.
  3. Memilih alat-alat produksi yang baik dengan harga yang relative lebih murah.
  4. Menekan biaya produksi sekecil-kecilnya.

TUGAS BAB 3 "KEPUASAN KONSUMEN"

Fandy Tjiptono dalam bukunya mendefinisikan kepuasan konsumen sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut apakah kinerja produk relatif bagus atau jelek atau apakah produk bersangkutan cocok atau tidak cocok dengan pemakaiannya. 

Menurut Philip Kotler mengatakan bahwa kepuasan konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Konsumen merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi dan merasa sangat gembira jika harapan mereka terlampaui. Konsumen yang puas cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. 

Dalam rangka menciptakan kepuasan konsumen, produk yang ditawarkan organisasi/perusahaan harus berkualitas. Kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat bagi konsumen. Kualitas memiliki beberapa dimensi pokok, tergantung pada konteksnya Ada delapan dimensi utama pada kualitas yang biasanya digunakan, yaitu  : 

  1. Kinerja (performance) :  Karakteristik operasi dasar dari suatu produk, misalnya kecepatan pengiriman barang, serta jaminan keselamatan barang
  2. Fitur (features) : Karakteristik pelengkap khusus yang dapat menambah pengalaman pemakaian produk, contohnya minuman gratis pada saat penerbangan.
  3. Reliabilitas  :  Probabilitas terjadinya kegagalan atau kerusakan produk dalam periode waktu tertentu.
  4. Konformasi (conformance) : Tingkat kesesuaian produk dengan standar yang telah ditetapkan, misalnya ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api.
  5. Daya Tahan (durability) : Jumlah frekuensi pemakaian produk sebelum produk bersangkutan harus diganti.
  6. Service Ability : Kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staff layanan.
  7. Estetika (aesthetics) : Menyangkut penampilan produk yang bisa dinilai dengan panca indera.
  8. Persepsi terhadap kualitas (perceived quality) : Kualitas yang dinilai berdasarkan reputasi penjual, misalnya Nokia. Kualitas produk yang dirasakan pelanggan akan menentukan persepsi pelanggan terhadap kinerja yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan konsumen. Begitu juga dengan mutu, mutu mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan dengan semikian kepuasan konsumen.
Kualitas produk yang dirasakan pelanggan akan menentukan persepsi pelanggan terhadap kinerja, yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan pelanggan.Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, mutu mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan dengan demikian kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan tergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relatif terhadap harapan pelanggan, bila produk jauh lebih rendah ketimbang harapan pelanggan, pelanggan tidak puas. Bila prestasi sesuai dengan harapan. Pembeli jasa merasa puas. Bila prestasi melebihi harapan, pembeli jasa merasa amat gembira. Pelanggan yang merasa puas akan membeli ulang dan mereka memberi tahu orang lain mengenai pengalaman baik dengan produk itu. Kuncinya adalah memenuhi harapan pelanggan dengan prestasi perusahan. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka serahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.
Pelanggan sering tidak menentukan nilai produk dan biaya secara akurat atau obyektif. Mereka bertindak berdasarkan pada anggaran nilai misalnya apakah pengiriman barang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan ? bila demikian, apakah pelayanan yang lebih baik ini memang sesuai dengan tarif lebih tinggi yang dikenakan oleh suatu perusahaan.

Strategi Kepuasan Konsumen 

1.  Ada 2 strategi yang menjadi dasar dalam menghadapi perilaku konsumen, yaitu   : 

Ω   Strategi Menyerang 
Bersikap agresif dalam menjerat pelanggan, agresif dalam arti memiliki persiapan menyerang yang matang dan cukup kuat untuk menyerang. 
Cara menerapkan strategi ini 
-   Melakukan promosi atau advertisement yang menerangkan bahwa perusahaan anda memiliki fasilitas pelayanan lebih baik dibanding sebelumnya. 
- Memberikan hadiah (dapat berupa servis gratis atau souvenir kecil) kepada pelanggan lama yang dapat membawa beberapa pelanggan baru (jumlah pelanggan baru ditetapkan berdasarkan atas biaya untuk hadiah yang diberikan). 

Ω   Strategi defensive atau bertahan 
Strategi mempertahankan apa yang sudah ada, dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan yang dimiliki, seperti  : 
-          Menyediakan beberapa fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan pelanggan 
-          Memberikan souvenir kecil pada pelanggan setelah beberapa kali menggunakan layanan anda. 
-          Mengirimkan kartu ucapan selamat pada hari - hari besar keagamaan bagi pelanggan setia, yang telah menjadi pelanggan cukup lama. 

2.  Membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk menjadikan transaksi antara anda dengan pelanggan berkelanjutan. Misalnya dengan memberikan potongan harga pada hari - hari tertentu.

3.  Memberikan jaminan atas layanan atau produk yang anda jual. 

4.  Menciptakan hubungan personal karyawan/pemilik perusahaan dengan pelanggan (customer relationship). 

5.  Mampu mengantisipasi perubahan atau penambahan harapan pelanggan dengan meningkatkan kemampuan internal karyawan untuk pelayanan.

SUMBER: KEPUASAN KONSUMEN.pdf dengan pengubahan

TUGAS BAB 3 "PENGERTIAN KONSUMEN"

            Banyak para ahli yang mencoba mendefinisikan pengertian dari konsumen. Menurut para ahli hukum, konsumen adalah sebagai pemakai terakhir dari benda dan jasa yang diserahkan kepada mereka oleh penguasa.
Menurut Philip Kotler, pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.
Menurut Aziz Nasution, konsumen pada umumnya adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu.
Sedangkan menurut Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), ”Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
Setiap konsumen berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pemenuhan yang maksimal. Jumlah dan keanekaragaman barang yang dapat dipenuhi bergantung pada besar pendapatan/penghasilan.Tingkat kemakmuran dan kesejahteraan seseorang atau masyarakat bergantung pada tingkat konsumsi yang digunakan.
Sifat-sifat konsumen, antara lain :
1) Ingin mengetahui keadaan/ciri-ciri barang-barang yang akan dibeli/dikonsumsi.
2) Menginginkan barang yang baik dan berkualitas.
3) Menginginkan barang yang murah harganya.
4) Menginginkan kejujuran dalam bertransaksi/jual beli.

  
MACAM-MACAM KONSUMEN:


Konsumen Antara
Setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa untuk digunakan dengan tujuan komersial atau dengan kata lain, mereka membeli barang bukan untuk dipakai, melainkan untuk diperdagangkan. Contoh  : Distributor, Agen dan Pengecer . 

Konsumen Akhir 
Setiap orang yang mendapatkan dan menggunakan barang atau jasa untuk tujuan memenuhi hidupnya pribadi, keluarga dan tidak untuk diperdagangkan kembali.
Dua hal yang menjadikan seseorang disebut sebagai konsumen  : 


Membeli
Bagi seseorang yang memperoleh barang atau jasa dengan cara membeli, tentu dia terlibat dengan perjanjian dengan pelaku usaha/produsen. 


Hadiah, Hibah dan Warisan 
Seseorang memperoleh barang tetapi tidak terlibat dalam suatu hubungan kontraktual dengan pelaku usaha atau dengan kata lain, seseorang memperoleh barang atau jasa  dengan cuma –cuma

Asas Konsumsi ada tiga macam.
1. Asas keseimbang : yaitu melakukan tindakan konsumsi sesuai dengan jumlah penghasilan yang diterima. Jadi, pengeluaran = penerimaan.
2. Asas surplus (positif) : jumlah kegiatan konsumsi/pengeluaran < pendapatan. Sehingga terdapat surplus atau kelebihan/sisa pendapatan yang dapat ditabung untuk kebutuhan yang akan datang.
3. Asas deficit (negative) : jumlah pengeluaran & jumlah pendapatan. Asas ini menimbulkan kekurangan (deficit) yang dapat mengakibatkan timbulnya utang.





. 


Mendekorasi Ruang Duduk atau Ruang Keluarga





Masyarakat Indonesia akrab dengan acara berkumpul baik bersama keluarga ataupun teman. Tidak hanya bercengkerama sambil duduk diatas sofa atau kursi, tapi saha-sah saja untuk dilakujan di atas bale-bale maupun bersila di lantai.

Gambaran suasana yang disebutkan tentu akan lebih nyaman lagi kalau ruang duduk memiliki penataan furnitur yang apik dan efisien serta memiliki sirkulasi dan layout antar ruangan yang nyaman. Bagi rumah dengan lahan terbatas, ruang duduk-duduk ini yang identik bernama ruang keluarga ini , berperan multifungsi. ruang ini bisa sebagai tempat makan, tempat menonton televisi, tempat bermain, bahkan untuk tempat belajar anak.

Cara kita duduk menentukan penempatan sofa dan coffee table, di ruang keluarga. Ruangan yang satu ini, biasanya dijadikan tempat kita dan keluarga bersantai. Sambil membaca atau menonton televisi. Saat beraktivitas di sini, coba perhatikan cara duduk kita. Pada umumnya, kita lebih senang duduk bersandar, posisi badan rendah , dan kaki memanjang ke depan.
Posisi duduk seperti ini lebih nyaman di atas sofa dengan dudukan yang tidak terlalu tinggi, sekitar 35cm - 42cm. Dengan demikian, kaki bisa lebih lurus ke depan. Kepala pun bisa bersandar nyaman. Ukuran sofa ini nantinya juga mempengaruhi tinggi coffee table.

Untuk sofa yang rendah, sebaiknya tempatkan coffee table yang juga rendah, tidak lebih dari 45cm. Kemudian, karena posisi duduk yang rendah, otomatis eye level pun menjadi rendah. Hindari menempatkan benda-benda berukuran tinggi di atas coffee table, rangkaian bunga di dalam vas tinggi dan besar, misalnya. Benda-benda seperti ini bisa menghalangi pandangan orang yang duduk, ke arah televisi.
Satu lagi yang perlu diperhatikan, jarak antara sofa dengan meja. Mengingat posisi kaki jadi memanjang ke depan, artinya dibutuhkan ruang yang cukup untuk kaki, supaya tidak membentur meja. Idealnya, beri jarak sekitar 45cm-50cm. Bagaimana kalau ruangan terlalu sempit, hingga tidak memungkinkan memberikan jarak selebar itu? Solusinya, pilih coffee table yang terbuka di bagian bawah.Jadi kaki bisa "tembus" ke bawah meja. 

sumber: kompas, 17 april 2010 dengan pengubahan.

Jumat, 16 April 2010

MANFAAT BUAH KIWI

SIAPA yang menyangka jika buah kiwi yang diselimuti bulu-bulu halus pada kulitnya, mengandung banyak sekali manfaat yang berguna untuk kecantikan dan kesehatan. Salah satu contohnya adalah sebagai antioksidan. Selain itu, buah kiwi ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak.  
Dengan bentuknya yang lonjong dengan warna coklat dan tekstur berbulu membuat buah kiwi kalah menarik dengan buah lain seperti apel maupun jeruk.Tapi jangan remehkan soal kandungan buah ini. Beragam manfaat buah berasa asam manis ini antara lain sebagai sumber vitamin, mineral hingga sumber energi.
Peneliti dari Health Science Zespri Internasional dari New Zealand, Lynley Drummond mengatakan buah kiwi sarat gizi. Bermanfaat sebagai sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi.Kandungan vitamin C dalam buah kiwi lebih besar dua kali lipat dari buah jeruk dan 17 kali lipat dibandingkan buah apel. Selain itu, buah kiwi juga mengandung vitamin B1, B2, B6, dan, E. Peran vitamin C dan E dalam kiwi berfungsi sebagai antioksidan, zat penangkal radiasi bebas penyebab penuaan dan pencegah sel kanker. Tingginya kandungan vitamin C dalam kiwi menjadikan buah ini dapat mempertahankan tubuh dan serangan flu dan stres. 
Diungkapkan dr Mieristika Roosleani (28) dari DuraSkin Center, buah kiwi mengandung banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan, bahkan juga meningkatkan kecerdasan anak-anak. Karena itu sebagai pakar kecantikan, wanita yang akrap disapa Risty ini menganjurkan para wanita yang ingin tampil sehat dan cantik untuk mengonsumsi buah kiwi sebagai makanan tambahan. Karena vitamin dan gizi yang terkandung di dalam buah ini memiliki kontribusi yang cukup bagi dunia kecantikan.  
Di dalam kiwi terkandung asam amino arginin dan glutamate. Arginin bersifat vasodilator atau penurunan tekanan darah dan membantu meningkatkan aliran darah. Asam amino ini juga terbukti mampu mengobati gejala impotensi ringan. Bahkan, asam amino juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir seorang anak yang secara umum dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Perlu diketahui, makanan yang dikonsumsi tersebut akan berpengaruh dalam meningkatkan kemampaun otak. Karena itu selain ikan yang memiliki asam amino yang cukup tinggi untuk kecerdasan, buah kiwi juga direkomendasikan sebagai makanan yang memiliki manfaat serupa dengan ikan. 
Kandungan dan manfaat lain buah kiwi bagi kesehatan adalah :
ü      Actinidin – enzim alami yang dapat mengatasi sembelit
ü      Asam Askobin – melindungi tubuh dari demam dan nyeri persendian
ü      Magnesium – yang bersama dengan vitamin C membuat hati bekerja lebih maksimal
ü      Amino Argine – membantu peredaran darah dan mampu mengatsi masalah impotensi
ü      Zat lutein – di duga dapat mencegah kanker prostate.

Buah kiwi juga mengandung serat yang tinggi sehingga sangat cocok bagi mereka yang sedang menjalankan program diet.
 


Senin, 12 April 2010

AUTIS

PENGERTIAN AUTIS

    Kata autis berasal dari bahasa Yunani "auto" berarti sendiri yang ditujukan pada seseorang yang menunjukkan gejala "hidup dalam dunianya sendiri". Pada umumnya penyandang autisma mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lain dan sebagainya).Pemakaian istilah autis kepada penyandang diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard (Kanner, Austistic Disturbance of Affective Contact) pada tahun 1943 berdasarkan pengamatan terhadap 11 penyandang yang menunjukkan gejala kesulitan berhubungan dengan orang lain, mengisolasi diri, perilaku yang tidak biasa dan cara berkomunikasi yang aneh.

PENYEBAB AUTIS
       Belum ada kesepakatan mengenai penyebab utama autisme. Para ahli hanya meyakini disebabkan oleh multifaktor yang saling berkaitan satu sama lain, seperti: faktor genetik, abnormalitas sistem pencernaan (gastro-intestinal), polusi lingkungan, disfungsi imunologi, gangguan metabolisme (inborn error), gangguan pada masa kehamilan/persalinan, abnormalitas susunan syaraf pusat/struktur otak, dan abnormalitas biokimiawi.Awalnya autisme diduga sebagai kegagalan orang tua dalam pengasuhan anak, yaitu perilaku orang tua terutama ibu yang “dingin” dalam mengasuh anak sehingga anak menjadi “dingin” pula. Faktor psikologis dianggap sebagai pencetus autisme yang menyebabkan anak menolak dunia luar. Teori ini selanjutnya dikenal dengan teori psikososial serta populer sekitar tahun 1950-1960.
      Teori tersebut kemudian disusul dengan teori neurologis. Dari berbagai gangguan perkembangan otak, mungkin gangguan autisme adalah yang paling menarik dan misterius. Hal ini akibat kompleksitas berbagai sistem otak yang berinteraksi dan rumit karena mengenai aspek sosial, kognitif dan linguistik sehingga sangat erat dengan komunikasi dan humanitas. Penelitian dalam bidang neoroanatomi, neorofisiologi, neorokimiawi dan genetika pada beberapa anak penyandang autisme menunjukkan adanya gangguan atau kelainan pada perkembangan sel-sel otak selama dalam kandungan. Pada saat pembentukan sel-sel tersebut terjadi gangguan oksigenasi, pendarahan, keracunan, infeksi TORCH yang mengganggu kesempurnaan pembentukan sel otak di beberapa tempat.Faktor lain yang juga diduga dan diyakini penyebab autisme adalah faktor perinatal, yaitu: selama kehamilan, gangguan pembentukan sel otak oleh berbagai faktor penyebab, serta berbagai faktor sesaat setelah kelahiran. Selain itu, pengobatan pada ibu hamil juga dapat merupakan faktor resiko yang menyebabkan autisme. Komplikasi yang paling sering dilaporkan berhubungan dengan autisme adalah pendarahan trisemester pertama dan gawat janin disertai aspirasi mikonium saat mendekati kelahiran. Kasus autisme ditemukan pada masalah-masalah pranatal, seperti: premature, postmature, pendarahan antenatal pada trisemester pertama-kedua, umur ibu lebih dari 35 tahun, serta banyak dialami anak-anak dengan riwayat persalinan yang tidak spontan serta “repiratory distress syndrome”.
    Adanya gangguan struktur dan fungsi otak disebabkan oleh: (1) herediter/genetik, dimana saudara dari para penyandang autisme mempunyai resiko puluhan kali untuk dapat menyandang autisme dibandingkan dengan anak-anak lain yang tidak mempunyai saudara yang menyandang autisme; (2) proses selama kehamilan dan persalinan. Diduga infeksi virus pada awal kehamilan, komplikasi kehamilan dan persalinan, dapat berkaitan dengan lahirnya anak autisme.Faktor lain yang juga dituding adalah gangguan susunan syaraf pusat. Gangguan metabolisme yang mengganggu kerja otak seperti: kekurangan vitamin, mineral, enzim, dsb.; alergi makanan; gangguan pencernaan; infeksi dinding usus oleh jamur, virus, bakteri; keracunan logam berat; serta gangguan kekebalan tubuh juga sering dikaitkan dengan munculnya autisme pada anak yang semula terlahir normal tapi mulai menampakkan gejala autisme sekitar usia 2 tahun.


CIRI-CIRI AUTIS 

-Tidak peduli dengan lingkungan sosialnya.
- Tidak bias bereaksi normal dalam pergaulan sosialnya.
- Perkembangan bicara dan bahasa tidak normal (penyakit kelainan mental pada anak = autistic-children).
- Reaksi/pengamatan terhadap lingkungan terbatas atau berulang-ulang dan tidak padan.
Apa saja gejala2 Autis yang harus di waspadai oleh orang tua?  Dalam kegiatan sehari-hari, gejala Autis dapat terlihat jika anak seringkali:
- Tidak bereaksi, atau seakan tidak mendengar saat dipanggil namanya.
- Cenderung main sendiri.
- Membeo (mengulang) kata yang anda ucapkan.
- Menggunakan gerakan untuk menunjukan keinginannya, misalnya menggandeng tangan ayah/ibu untuk mengambilkan gelas untuk minum.
- Tidak suka dipeluk/disentuh.
- Kurang/tidak melakukan kontak mata (menatap wajah) orang yang mengajak bicara.
- Kegiatan rutin sulit diubah serta memerlukan jadwal kegiatan yang konsisiten dan rutin (cenderung kaku).
- Tertarik pada bagian dari mainan dan bukan mainan itu sendiri.
- Kurang menjaga keselamatan diri dan tidak menyadari adanya bahaya (main pisau, silet, api dllnya).
- Sangat sensitif terhadap rangsang pancaindra, baik   pendengaran, penciuman, rasa dll (tidak tahan bunyi keras,kain yang kasar, tidak suka rasa asam dsb).
- Keterlambatan bicara, misalnya tidak mengucapkan kata2   hingga usia 2 tahun atau hilang kemampuan bicara.
- Sangat obsesif terhadap benda tertentu, misalnya : sarung bantal yang harus dibawa kemanapun pergi.
- Melakukan gerakan-gerakan khas yang sifatnya berulang, misalnya, mengepak-epakkan tangan seperti burung,  menjentikkan jemari di depan mata, berputar-putar dll.
- Kesulitan dalam mengekspresikan emosi, misalnya marah-marah dan mengamuk tanpa sebab(tantrum), tertawa sendiri atau mengelamun dan sibuk di dunianya sendiri.
Dan berikut ini gejala anak Autisme ini berdasarkan usia:
Usia 0 – 6 bulan. Apabila anak anda terlalu tenang dan jarang menangis, terlalu sensitif, gerakan tangan dan kaki yang terlalu berlebihan terutama pada saat mandi. Tidak pernah terjadi kontak mata atau senyum yang secara sosial, dan digendongakan mengepal tangan atau menegangkan kaki secara berlebihan.
Usia 6 – 12 bulan. Kalau digendong kaku atu tegang dan tidak berenterasi atau tidak tertarik pada maianan atu tidak beraksi terhadap suara atau kata. Dan selalu memandang suatu benda atau tangannya sendiri secara lama. Itu akibat terlambat dalam perkembangan motorik halus dan kasar.
Usia 2 - 3 tahun. Tidak berminat atau bersosialisasi terhadap anak-anak lain dan kontak mata tidak nyambung dan tidak pernah focus. juga kaku terhadap orang lain dan masih senang digendong dan malas mengerakan tubuhnya.
Usia 4 – 5 tahun. Sukanya anak ini berteriak-teriak dan suka membeo atau menirukan suara orang dan mengeluarkan suara-suara aneh. Dan gampang marag atau emosi apabila rutinitasnya diganggu dan kemauanya tidak dituruti dan agresif dam mudah menyakiti diri sendiri.




PENCEGAHAN AUTIS


  • Tindakan pencegahan adalah yang paling utama dalam resiko terjadinya penyakit atau gangguan.
  • Demikian pula kelainan autism, meskipun teori penyebabnya masih belum jelas terungkap namun beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan.
  • Upaya pencegahan tersebut berdasarkan teori penyebab ataupun penelitian faktor resiko autisme. Pencegahan ini dapat dilakukan sedini mungkin sejak merencanakan kehamilan, saat kehamilan, persalinan dan periode usia anak.
PENCEGAHAN SEJAK KEHAMILAN
  • Untuk mencegah gangguan perkembangan sejak kehamilan , harus dilihat dan diamati penyebab dan faktor resiko terjadinya gangguan perkembangan sejak dalam kehamilan. Untuk mengurangi atau menghindari resiko yang bisa timbul dalam kehamilan tersebut dapat melalui beberapa cara.
  • Adapun cara untuk mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang sejak dalam kehamilan tersebut diantaranya adalah : Periksa dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan lebih awal, kalu perlu berkonsultasi sejak merencanakan kehamilan. Melakukan pemeriksaan skrening secara lengkap terutama infeksi virus TORCH (Toxoplasma, Rubela, Citomegalovirus, herpes atau hepatitis).
  • Periksa dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan secara rutin dan berkala, dan selalu mengikuti nasehat dan petunjuk dokter dengan baik. Peradarahan selama kehamilan segera periksa ke dokter kandungan anda. Perdarahan selama kehamilan paling sering disebabkan karena kelainan plasenta. Kondisi tersebut mengakibatkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang mengakibatkan gangguan pada otak janin.
  • Perdarahan pada awal kehamilan juga berhubungan dengan kelahiran prematur dan bayi lahir berat rendah. Prematur dan berat bayi lahir rendah juga merupakan resiko tinggi terjadinya autism dan gangguan bahasa lainnya. Berhati-hatilah minum obat selama kehamilan, bila perlu harus konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Obat-obatan yang diminum selama kehamilan terutama trimester pertama. Peneliti di Swedia melaporkan pemberian obat Thaliodomide pada awal kehamilan dapat mengganggu pembentukan sistem susunan saraf pusat yang mengakibatkan autism dan gangguan perkembangan lainnya termasuk gangguan berbiocara.
  • Bila bayi beresiko alergi sebaiknya ibu mulai menghindari paparan alergi berupa asap rokok, debu atau makanan penyebab alergi sejak usia di atas 3 bulan.
  • Hindari paparan makanan atau bahan kimiawi atau toksik lainnya selama kehamilan.
    Jaga higiene, sanitasi dan kebersihan diri dan lingkungan kita. Konsumsilah makanan yang bergizi baik dan dalam jumlah yang cukup. Sekaligus konsumsi vitamin dan mineral tertentu sesuai anjuran dokter secara teratur.
  • Adanya Fetal Atopi atau Maternal Atopi, yaitu kondisi alergi pada janin yang diakibatkan masuknya bahan penyebab alergi melalui ibu. Menurut pengamatan penulis, hal ini dapat dilihat adanya Gerakan bayi gerakan refluks oesefagial (hiccupps/cegukan) yang berlebihan sejak dalam kandungan terutama terjadi malam hari. Diduga dalam kedaaan tersebut bayi terpengaruh pencernaan dan aktifitasnya oleh penyebab tertentu termasuk alergi ataupun bahan-bahan toksik lainnya selama kehamilan. Bila gerakan bayi dan gerakan hiccups/cegukan pada janin yang berlebihan terutama pada malam hari serta terdapat gejala alergi atau sensitif pencernaan salah satu atau kedua orang tua. Sebaiknya ibu menghindari atau mengurangi makanan penyebab alergi sejak usia kehamilan di atas 3 bulan.
  • Hindari asap rokok, baik secara langsung atau jauhi ruangan yang dipenuhi asap rokok. Beristirahatlah yang cukup, hindari keadaan stres dan depresi serta selalu mendekatkan diri dengan Tuhan.
PENCEGAHAN SAAT PERSALINAN
  • Persalinan adalah periode yang paling menentukan dalam kehidupan bayi selanjutnya.
  • Beberapa komplikasi yang timbul selama periode ini sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan. Bila terjadi gangguan dalam persalinan maka yang paling berbahaya adalah hambatan aliran darah dan oksigen ke seluruh organ tubuh bayi termasuk otak.
  • Organ otak adalah organ yang paling sensitif dan peka terhadap gangguan ini, kalau otak terganggu maka sangat mempengaruhi kualitas hidup anak baik dalam perkembangan dan perilaku anak nantinya
    Beberapa hal yang terjadi saat persalinan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya perkembangan dan perilaku pada anak, sehingga harus diperhatikan : Melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan tentang rencana persalinan.
  • Dapatkan informasi secara jelas dan lengkap tentang resiko yang bisa terjadi selama persalinan.
  • Bila terdapat resiko dalam persalinan harus diantisipasi kalau terjadi sesuatu. Baik dalam hal bantuan dokter spesialis anak saat persalinan atau sarana perawatan NICU (Neonatologi Intensive Care Unit) bila dibutuhkan. Bila terdapat faktor resiko persalinan seperti : pemotongan tali pusat terlalu cepat, asfiksia pada bayi baru lahir (bayi tidak menangis atau nilai APGAR SCORE rendah
PENCEGAHAN SEJAK USIA BAYI
  • Setelah memasuki usia bayi terdapat beberapa faktor resiko yang harus diwaspadai dan dilakukan upaya pencegahannya. Bila perlu dilakukan terapi dan intervensi secara dini bila sudah mulai dicurigai terdapat gejala atau tanda gangguan perkembangan.
  • Adapun beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah : · Amati gangguan saluran cerna pada bayi sejak lahir.
  • Gangguan teresebut meliputi : sering muntah, tidak buang besar setiap hari, buang air besar sering (di atas usia 2 minggu lebih 3 kali perhari), buang air besar sulit (mengejan), sering kembung, rewel malam hari (kolik), hiccup (cegukan) berlebihan, sering buang angin. Bila terdapat keluhan tersebut maka penyebabnya yang paling sering adalah alergi makanan dan intoleransi makanan. Jalan terbaik mengatasi ganggguan tersebut bukan dengan obat tetapi dengan mencari dan menghindari makanan penyebab keluhan tersebut.
  • Gangguan saluran cerna yang berkepanjangan akan dapat mengganggu fungsi otak yang akhirnya mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. · Bila terdapat kesulitan kenaikkan berat badan, harus diwaspadai. Pemberian vitamin nafsu makan bukan jalan terbaik dalam mengobati penderita, tetapi harus dicari penyebabnya · Bila terdapat kelainan bawaan : kelainan jantung bawaan, kelainan genetik, kelainan metabolik, maka harus dilakukan perawatan oleh dokter ahli. Harus diamati tanda dan gejala autism secara cermat sejak dini. ·
  • Demikian pula bila terjadi gangguan neurologi atau saraf seperti trauma kepala, kejang (bukan kejang demam sederhana) atau gangguan kelemahan otot maka kita harus lebih cermat mendeteksi secara dini gangguan perkembangan. · Pada bayi prematur, bayi dengan riwayat kuning tinggi (hiperbilirubinemi), infeksi berat saat usia bayi (sepsis dll) atau pemberian antibiotika tertentu saat bayi harus dilakukan monitoring tumbuh kembangnya secara rutin dan cermat terutama gangguan perkembangan dan perilaku pada anak.
  • Bila didapatkan penyimpangan gangguan perkembangan khususnya yang mengarah pada gangguan perkembangan dan perilaku maka sebaiknya dilakukan konsultasi sejak dini kepada ahlinya untuk menegakkan diagnosis dan intervensi sejak dini.
  • Pada bayi dengan gangguan pencernaan yang disertai gejala alergi atau terdapat riwayat alergi pada orang tua, sebaiknya menunda pemberian makanan yang beresiko alergi hingga usia diatas 2 atau 3 tahun.
  • Makanan yang harus ditunda adalah telor, ikan laut, kacang tanah, buah-buahan tertentu, keju dan sebagainya. · Bayi yang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya juga harus menghindari monosodium glutamat (MSG), amines, tartarzine (zat warna makanan), · Bila gangguan pencernaan dicurigai sebagai Celiac Disease atau Intoleransi Casein dan Gluten maka diet harus bebas casein dan Gluten,
  • Ciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang baik secara kualitas dan kuantitas, hindari rasa permusuhan, pertentangan, emosi dan kekerasan. Bila terdapat faKtor resiko tersebut pada periode kehamilan atau persalinan maka kita harus lebih waspada. Menurut beberapa penelitian resiko tersebut akan semakin besar kemungkinan terjadi autism. Selanjutnya kita harus mengamati secara cermat tanda dan gejala autism sejak usia 0 bulan.
  • Bila didapatkan gejala autism pada usia dini, kalau perlu dilakukan intervensi sejak dini dalam hal pencegahan dan pengobatan. Lebih dini kita melakukan intervensi kejadian autism dapat kita cegah atau paling tidak kita minimalkan keluhan yang akan timbul. Bila resiko itu sudah tampak pada usia bayi maka kondisi tersebut harus kita minimalkan bahkan kalau perlu kita hilangkan. Misal kegagalan kenaikkan berat badan harus betul-betul dicari penyebabnya, pemberian vitamin bukan jalan terbaik untuk mencari penyebab kelainan tersebut.
  • Demikan pula gangguan alergi makanan dan gangguan pencernaan pada bayi, harus segera dicari penyebabnya. Yang paling sering adalah karena alergi makanan atau intoleransi makan, penyebabnya jenis makanan tertentu termasuk susu bayi. Pemberian obat-obat bukanlah cara terbaik untuk mencari penyebab gangguan alergi atau gangguan pencernaan tersebut. Yang paling ideal adalah kita harus menghindari makanan penyebab gangguan tersebut tanpa bantuan obat-obatan. Obat-obatan dapat diberikan sementara bila keluhan yang terjadi cukup berat, bukan untuk selamanya.


;;