Sabtu, 03 April 2010

KANKER SERVIKS

PENGERTIAN KANKER SERVIKS

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina. Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun).
PENYEBAB dan GEJALA KANKER SERVIKS

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaanmerokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

CARA MENDETEKSI KANKER SERVIKS
Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:

* IVA
IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
* Pap smear
Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
* Thin prep
Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
* Kolposkopi
Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.
CARA MENGOBATI KANKER SERVIKS
Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapatmengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.


CARA MENCEGAH KANKER SERVIKS

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit. 
sumber: 


http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehata/237-kanker-serviks-leher-rahim-pembunuh-wanita.htm


Kamis, 01 April 2010

TUGAS BAB 4 "BIAYA PRODUKSI"

BIAYA PRODUKSI


PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI

Biaya produksi berkaitan erat dengan proses produksi dimana dalam melakukan suatu proses produksi harus memerlukan biya produksi., sebab biaya produksi masukan atau input dikalikan dengan harganya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa biaya produksi adalah semua pengeluaran atau semua beban yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk menghasilkan suatu jenis barang atau jasa yang siap untuk dipakai. Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global. Hal ini disebabkan proporsi biaya produksi dapat mencapai sekitar 70% – 90% dari biaya total penjualan secara keseluruhan, sehingga reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan membuat harga jual yang ditetapkan oleh produsen menjadi lebih kompetitif.
beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut :
• Pertama, biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan.
• Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar.
• Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.
• Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC).
• dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui skenario 1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum, 2). Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar, 3). memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus), 4). memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat, 5). memperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat, 6). meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholders.
Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
  1. bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
  2. bahan-bahan pembantu atau penolong
  3. upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
  4. penyusutan peralatan produksi
  5. uang modal, sewa
  6. biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
  7. biaya pemasaran seperti biaya iklan
  8. pajak  

Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua yatu:

  • Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan. Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, biaya pembelian mesin, dan alat-alat kantor
  •  Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri. Contoh: penggunaan gedung milik perusahaan sendiri.

    JENIS-JENIS BIAYA PRODUKSI 

    A. Menurut Periode

    1. Biaya Produksi Jangka Pendek adalah jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya. Dalam biaya produksi jangka pendek terbagi lagi menjadi enam macam biaya yatu:
    • Biaya variabel total (total variable cost/TVC) Yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong dll 
    • Biaya marjina (marginal cost/MC) Yaitu kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit output.
      MCn = TCn - TCn-1 
    • Biaya tetap rata-rata (average fixed cost/AFC) Yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output.
      AFC = TFC / Q
      Q = jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total tertentu. 
    • Biaya variabel rata-rata (average variable cost/AVR) Yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.
      AVR = TVC/Q
    • Biaya total (total cost/TC) Yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.
      TC = TFC + TVC 
      Biaya rata-rata (average cost/AR) Yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output..AR = TC/Q
    • Biaya Tetap  adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung dari banyak sedikitnya jumlah output. Bahkan bila untuk sementara produksi dihentikan, biaya tetap ini harus tetap dikeluarkan dalam jumlah yang sama.   
    • Biaya Variabel Biaya merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung dari banyak sedikitnya output yang dihasilkan. Semakin besar jumlah output semakin besar pula biaya variabel yang harus dikeluarkan. Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, bahan bakar, listrik dsb. Biaya tetap dan biaya variabel ini jika dijumlahkan hasilnya merupakan biaya total.  
    Syarat Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek

    •Dengan memproduksikan barang pada tingkat dimana perbedaan diantara hasil penjualan total dengan ongkos total adalah yang paling maksimum.Atau
    •Dengan memproduksi barang pada tingkat dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.  

    2. Biaya Produksi Jangka Panjang adalah suatu proses produksi dimana sumber daya yang digunakan tidak ada lagi yang bersifat tetap, semua sumber daya yang digunakan dalam proses produksi bersifat variabel jumlahnya dapat berubah-ubah. Didalam biaya produksi jangka panjang terbagi lagi menjadi dua macam jenis biaya yatu:

    • Biaya-biaya Total: Terdiri dari total biaya tetap (TFC), total biaya variable (TVC), dan total biaya (TC). Sebagaimana diketahui biaya total adalah penjumlahan dari total biaya tetap dan total biaya variabel (TC= TFC+TVC).
    • Biaya Rata-rata: Biaya yang terjadi karena persatuan output. Baik biaya tetap, biaya variabel, maupun biaya total memiliki biaya rata-rata. Biaya rata-rata untuk biaya tetap adalah rata-rata biaya tetap (AFC), untuk biaya variabel adalah rata-rata biaya variable (AVC) dan untuk biaya total adalah rata-rata biaya total (ATC).
    sumber:
    http://sukma.ngeblogs.com/2010/01/05/biaya-produksi/ dengan berbgai pengubahan

    Minggu, 28 Maret 2010

    TUGAS BAB 4 "FUNGSI PRODUKSI"


    FUNGSI PRODUKSI


    PENGERTIAN FUNGSI PRODUKSI
    Fungsi produksi adalah suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi.

    KONSEP dari SUATU FUNGSI PRODUKSI
    Fungsi  produksi,  yaitu  suatu  hubungan  mathematis  yang  menggambarkan suatu  cara  dimana  jumlah  dari  hasil  produksi  tertentu  tergantung  dari  jumlah  input tertentu  yang  digunakan.  Suatu  fungsi  produksi memberikan  keterangan mengenai jumlah output yang mungkin diharapkan apabila  input-input dikombinasikan dalam suatu  cara  yang  khusus. Macam-macam  kombinasi  ini  banyak macamnya. Macam hasil  produksi  dan  banyaknya  hasil  produksi  yang  akan  diperoleh  tergantung  pada (merupakan fungsi dari pada) macam dan jumlah input yang digunakan.  Fungsi produksi umumnya ditulis sebagai Y = f (X), dimana Y menunjukkan hasil  produksi;  f  sebelum  tanda  kurung  menyatakan  :  "tergantung"  yaitu  "suatu fungsi dari"; dan huruf X menunjukkan suatu  input yang digunakan. Apabila  jumlah input yang digunakan lebih dari 1 maka fungsi produksi tersebut dapat dituliskan : Y = f(X1, X2, ...., Xn); dimana X1, X2, ..., Xn merupakan jenis input yang digunakan.   Fungsi  ini masih  bersifat  umum,  hanya  bisa menjelaskan  bahwa produk  yang  dihasilkan  tergantung  dari  faktor-faktor  produksi  yang  dipergunakan, tetapi  belum  bisa  memberikan  penjelasan  kuantitatif  mengenai  hubungan  antara produk  dan  faktor-faktor  produksi  tersebut.    Untuk  dapat  memberikan  penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik,
    seperti misalnya:
    a) Y = a + bX               ( fungsi linier)
    b) Y = a + bX – cX2(  fungsi kuadratis)
    Dalam  teori  ekonomi,  sifat  fungsi  produksi  diasumsikan  tunduk  pada  suatu hukum  yang  disebut  :  The  Law  of  Diminishing  Returns  (Hukum  Kenaikan  Hasil   Berkurang).   Hukum  ini menyatakan bahwa  apabila penggunaan  satu macam  input ditambah sedang  input-input yang  lain  tetap maka  tambahan output yang dihasilkan dari  setiap  tambahan  satu unit  input  yang ditambahkan  tadi mula-mula  naik,  tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.  Di  bawah  ini  diberikan  satu  misal  dengan  angka-angka  hipotetis  untuk menunjukkan    sifat  fungsi  produksi  seperti  yang  dinyatakan  dalam  The  Law  of Diminishing Returns  (Tabel 1).

    Dari Tabel 1 terlihat, bahwa setiap penambahan faktor produksi satu satuan, mula-mula  terdapat  tambahan  produk  (kenaikan  hasil)  bertambah  (  30,  40  dan  50 satuan),  kemudian  diikuti  oleh    tambahan  produk  (kenaikan  hasil)  berkurang  (50, 40,30,22,8,  -2  dan  –4).    Jika  hubungan  antara  produk  total  (PT),  produk marginal (PM) dan produk  rata-rata  (PR) pada  tabel diatas digambarkan dalam grafik, maka diperoleh  grafik seperti Gb.1 berikut

    Hubungan produk dan faktor produksi   yang   digambarkan di atas mempunyai tiga sifatsifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
    (1) Mula-mula  terdapat  kenaikan  hasil  bertambah  (  garis  OB),  di  mana  produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah  produk marginal.
    (2)  Pada  titik  balik  (inflection  point)  B  terjadi  perubahan  dari  kenaikan  hasil bertambah  menjadi  kenaikan  hasil  berkurang,  di  mana  produk  marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus naik.
    (3)  Setelah  titik B,  terdapat  kenaikan  hasil  berkurang  (garis BM),  di mana  produk marginal  menurun;  produk  rata-rata  masih  naik  sebentar  kemudian  mencapai maksimum  pada  titik C’ ,  di mana  pada  titik  ini  produk  rata-rata  sama  dengan

    Dari  sifat-sifat  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa  tahapan  produksi  seperti  yang dinyatakan dalam The Law of Diminishing Returns dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
    (1) produksi total dengan increasing returns, 
    (2) produksi total dengan decreasing returns, dan 
    (3) produksi total yang semakin menurun.
    Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai  fungsi produksi :   Y = 12 X2 – 0,2 X3, dimana Y = produk dan X = faktor produksi.
    Pertanyaan :
    1)  Bagaimana bentuk fungsi produk marginal dan fungsi produk rata-ratanya?
    2)  Kapan fungsi PM dan fungsi PR tersebut mencapai maksimum?
    3)  Buktikan bahwa kurve produk marginal akan memotong kurve produk  rata-rata  pada saat kurve produk rata-rata mencapai maksimum.
    Jawaban:
    1)  Fungsi produk marginal : PM = ∂Y/∂X = 24 X – 0,6 X2
      Fungsi produk rata-rata : PR = Y/X = 12 X – 0,2 X2

    2)  Suatu fungsi akan mencapai maksimum apabila turunan pertama dari fungsi yang bersangkutan sama dengan nol, sedang turunan kedua adala negatif. Jadi, produk marginal  (PM)  akan mencapai maksimum,  apabila  ∂(PM)/∂X =  0  dan  ∂(∂PM)/ ∂X2= negatif. ∂(PM)/ ∂X = 24 – 1,2 X = 0;   X = 20.  Jadi, pada saat X = 20, PM mencapai maksimum. PR akan mencapai maksimum apabila ∂(PR)/ ∂X = 0 dan ∂(∂PR)/ ∂X2 = negatif. ∂(PR)/ ∂X = 12 – 0,2 X = 0 . X = 30. Jadi, pada saat X = 30, PR akan mencapai maksimum.
    <

    3)  PR maksimum =  12 (30) – 0,2 (302) = 180.   Pada penggunaan X = 30 , PM = 24 (30)– 0,6 (302) = 720-540 = 180. Jadi, pada saat penggunaan X = 30, PM = PR = 180. Dengan demikian,  terbukti bahwa  fungsi PM   memotong  fungsi PR pada saat PR mencapai maksimum.

    JENIS-JENIS FUNGSI PRODUKSI
     
    1. Constant  return,  hubungan  yang  menunjukkan  jumlah  hasil  produksi meningkat dengan jumlah yang sama untuk setiap kesatuan tambahan input 
    2. Increasing  return:  Hubungan  dimana  kesatuan  tambahan  input  menghasilkan suatu  tambahan  hasil  produksi  yang  lebih  besar  dari  kesatuan-kesatuan sebelumnya.
    3. Decreasing  return:  Hubungan  yang  mana  kesatuan-kesatuan  tambahan  inputt menghasilkan  suatu  kenaikan  hasil  produksi  yang  lebih  kecil  dari  kesatuan- kesatuan sebelumnya
    sumber:
    1. www.elearning.gunadarma.ac.id/modul-ekonomi dengan pengubahan

      Jumat, 26 Maret 2010

      Kenapa Keju Swiss Bolong????

      Keju adalah salah satu jenis makanan favorit diseluruh dunia dan merupakan hasil produk makanan yang berasal dari olahan susu. Tapi apakah kalian tahu kenapa keju swissbolong-bolong??? sebagian pasti ada yang tahu ada juga yang tahu (jujur saya juga baru tahu ketika baca artikel kenapa keju bisa bolong-bolong). 

      Begini ceritanya keju. Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari negara-negara seperti Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain dan keju bolong-bolong paling banyak ditemukan di negara Swiss dan dinamakan keju Swiss.

      Keju Swiss bisa bolong dikarenakan Bakteri propioni. Bakteri ini umumnya terdapat pada keju balokan, Limburger dan Liderkanz. Bakteri propioni memberikan rasa manis dan gurih pada keju. Keju dibuat dari susu yang diasamkan. Proses pengasaman itu dibantu oleh ragi dan bakteri. Saat keju menjalani masa pengawetan, bakteri-bakteri propioni mengeluarkan semacam gas. Gelembung-gelembung gas inilah yang membentuk lubang-lubang bundar pada keju Swiss karena bolong-bolong tersebut itulah yang menyebabkan keju swiss berbeda dari keju yang lainnya dan sedikit bertekstur keras

      sumber: 
      http://apakabardunia.com/post/tahukah-kamu/tahukah-kamu-kenapa-keju-bolong-bolong dengan pengubahan

      ELASTISITAS dan MACAM-MACAM ELASTISITAS

      Melalui tulisan saya di blog yang sebelumnnya mengenai perilaku konsumen dan cara pendekatannya secara kardinal dan ordinal. Diblog ini juga saya akan melanjutkan penulisan saya yang berjudul elastisitas dan macam-macam elastisitas dan masih ada kaitannya dengan tulisan saya yang sebelummnya.

      PENGERTIAN ELASTISITAS
      Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga

      MACAM-MACAM ELASTISITAS
      Secara umum elastisitas terbagi menjadi tiga yaitu:
      1. Elastisitas Harga (Price Elasticity): membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri. Dalam elastisitas harga terbagi lagi menjadi dua macam yaitu:
      a)      Elastisitas Harga Permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan sebaliknya .Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dari, sama dengan atau lebih dari satu serta merupkan angka mutlak atau absolut. Berdasarkan nilainya elastisitas harga permintaan bisa terbagi menjadi lima yatu:
      1.      Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0)
      Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjadi  tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0). Sebagai contoh adalah permintaan terhadap garam.
      2.      Permintaan Inelastis (E < 1)   
      Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga  kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. Nilai E < 1, artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunan jumlah yang diminta kurang dari satu persen, sebaliknya penurunan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen. Sebagai contoh adalah permintaan masyarakat terhadap beras atau kebutuhan pokok lainnya
      3.      Permintaan Elastis Uniter (E = 1)   
      Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan harga sebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen, dan sebaliknya.
      4.      Permintaan Elastis (E > 1)   
      Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan  lebih besar dari perubahan harga. Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan harga sebesar1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen, dan sebaliknya. Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan permintaan terhadap mobil dan barang mewah lainnya
      5.      Permintaan Elastis Sempurna (E = ~)   
      Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan  tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitas barang)
      b)      Elastisitas Harga Penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas penawaran. Elastisitas penawaran juga terbagi menjadi lima macam sama seperti pada elastisitas permintaan yatu:
      1.      Penawaran Inelastis Sempurna (E = 0)
      Penawaran inelastis sempurna terjadi  bilamana perubahan harga yang terjadi  tidak berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Kurva penawaran sejajar dengan sumbu vertikal Y atau P (tingkat harga).
      2.      Penawaran Inelastis (E < 1)
      Penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga  kurang berpengaruh pada perubahan penawaran. Dengan kata lain, jumlah yang ditawarkan relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga
      3.      Penawaran Elastis Uniter (E = 1)
      Penawaran elastis uniter terjadi ketika perubahan harga  sebanding dengan perubahan jumlah penawaran
      4.      Penawaran Elastis (E > 1)
      Penawaran elastis terjadi jika perubahan  harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.
      5.      Penawaran Elastis Sempurna (E = ~ )
      Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran  tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu horisontal (X) atau Q (jumlah output yang ditawarkan).

      1. Elastisitas Silang (Cross Elasticity): Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut.Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga   macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.

      a)    Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang  substitutif).




      b) Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin     mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).  



      c)  Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan  harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.


      3        Elastisitas Pendapatan/Income, membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan income/pendapatan.


      SUMBER: http://rya89.wordpress.com/2010/03/24/pengantar-ekonomi/ dengan berbagai pengubahan








      Kamis, 25 Maret 2010

      PERILAKU KONSUMEN  dan  PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN SECARA KARDINAL SERTA ORDINAL

      PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
                  Perilaku konsumen menurut pendapat saya adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasan mereka.

      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
                  Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal

      a) Faktor Eksternal
            Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan  masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.

      b) Faktor Internal
            Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku  manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.


      PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN SECARA KARDINAL dan ORDINAL
      a.      Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach
            Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan  yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung  pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total  (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsiAsumsi dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:
      1.      Konsumen  rasional,  artinya  konsumen  bertujuan  memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
      2.      Berlaku hukum Diminishing  marginal  utility,  artinya yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus. 
      3.      Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak. 
      4.      Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan kardinal semakin banyak konsumen mempunyai uang maka semakin banyak mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka..
      5.      Total utility adalah additive dan  independent. Additive artinya daya guna dari  sekumpulan   barang  adalah  fungsi  dari  kuantitas  masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.


      a.       Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach
         Dalam Pendekatan Ordinal daya  guna  suatu barang tidak  perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva  yang  menunjukkan kombinasi  2  (dua)  macam  barang konsumsi  yang memberikan tingkat kepuasan sama. Asumsi dari pendekatan ini adalah:
      1.      Konsumen rasional artinya  konsumen  bertujuan  memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
      2.      Konsumen  mempunyai  pola  preferensi  terhadap barang  yang  disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.
      3.      Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu  artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
      4.      Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebtuhan mereka.
      5.      Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya
      6.      Berlaku  hukum  transitif,  artinya  bila  A  lebih  disukai  daripada  B  dan  B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C

      Persaman Pendekatan Kardinal dan Ordinal: 
      Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility) 

      Perbedaan Pendekatan kardinal dan Odinal : 
      Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .

      Sumber:
      1. www.scribd.com/teori-perilaku-konsumen
      2. pemikiran sendiri




      Selasa, 23 Maret 2010

      Sejarah Singkat Mengenai Anime

      Bagi kalangan pecinta anime di Indonesia maupun diluar Indonesia pasti sudah banyak yang tahu mengenai sejarah bagaimana terbentuknya anime di jepang melalui tulisan di blog ini saya ingin berbagi sedikit informasi tersebut kepada para blogger yang belum tahu tetapi para blogger tersebut adalah seorang pecinta anime sejati.

      SEJARAH ANIME
      Anime adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan film animasi/kartun Jepang. Kata tersebut berasal dari kata animation yang dalam pelafalan bahasa Jepang menjadi animeshon. Kata tersebut kemudian disingkat menjadianime. Meskipun pada dasarnya anime tidak dimaksudkan khusus untuk animasi Jepang, tetapi kebanyakan orang menggunakan kata tersebut untuk membedakan antara film animasi buatan Jepang dan non-Jepang. Sejarah anime dimulai pada awal abad ke-20, ketika para pembuat film jepang bereksperimen dengan teknik animasi yang sedang dieksplorasi di Barat. 
       
      Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukannya First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Kemudian diikuti film pendek (hanya berdurasi sekitar 5 menit) karya Oten Shimokawa yang berjudul Imokawa Mukuzo Genkanban no Maki tahun 1917. Pada saat itu Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa “film bisu”. Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak movie company Nihon Katsudo Shashin (Nikatsu). Pada tahun 1918 Seitaro kembali membuat anime dengan judul Taro no Banpei. Tetapi semua catatan tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun 1923.
       
      Tahun 1980-an, anime diterima dalam arus utama di Jepang, dan mengalami booming produksi. Awal Gundam waralaba, dan awal karir Rumiko Takahashi dimulai pada dekade ini. Akira ditetapkan catatan pada tahun 1988 untuk biaya produksi anime.
      1990-an dan 2000-an melihat peningkatan penerimaan anime di pasar luar negeri. Akira dan Ghost in the Shell (1995) menjadi terkenal di seluruh dunia. Series seperti Neon Genesis Evangelion, Cowboy Bebop sangat populer di Jepang dan menarik perhatian dari Barat. Spirited Away berbagi hadiah pertama pada tahun 2002 Berlin Film Festival dan memenangkan Academy Award untuk Best Animated Feature pada tahun 2003, dan Innocence: Ghost in the Shell adalah fitur pada tahun 2004 Cannes Film Festival.

      Generasi Pertama animator Jepang

      Shimokawa Oten : Seorang ahli karikatur politik dan kartunis, yang bekerja untuk majalah Puck Tokyo. Ia disewa oleh Tenkatsu untuk melakukan animasi untuk mereka. Karena alasan medis, dia hanya mampu melakukan lima film, termasuk Imokawa Mukuzo – Genkanban No Maki, sebelum ia kembali ke pekerjaan sebelumnya sebagai seorang kartunis.

      Kouchi Jun’ichi : Seorang ahli karikatur dan pelukis, yang juga pernah belajar lukisan cat air. 1912 ia juga memasuki sektor kartunis dan dipekerjakan untuk animasi oleh Kobayashi Shokai kemudian pada tahun 1916. Dia dipandang sebagai teknis animator jepang paling maju di tahun 1910-an. Karya-karyanya meliputi sekitar 15 film.

      Kitayama Seitaro : berbeda dari yang lain dari zaman perintis, Kitayama membuat animasi sendiri. Dia bahkan mendirikan studio animaton sendiri Kitayama Eiga Seisakujo (yang sayangnya ditutup karena kurangnya keberhasilan komersial). Nya adalah teknik animasi animasi dan papan tulis, kemudian, kertas animasi (dengan dan tanpa dicetak latar belakang).

      Generasi Kedua animator Jepang

      Murato Yosuji, Kimura Hakuzan, Yamamoto Sanae dan Ofuji Noboro adalah siswa dari Kitayama Seitaro dan bekerja di studio film. Masaoka Kenzo, penting lain animator, bekerja di studio animasi yang lebih kecil. Pada tahun 1923, gempa bumi besar Kanto yang menghancurkan sebagian besar studio dan Kitayama animator yang tinggal menyebar dan mendirikan studio sendiri, mengetahui bahwa seseorang bisa menghasilkan uang dengan produksi animasi.

      ;;