Minggu, 18 April 2010

Taman Gantung Babylonia.

 Babylon, ibukota dari babylonia, imperium kuno Mesopotamia merupakan sebuah kota yang terletak di dekat sungai Euphrates yang sekarang dikenal sebagai Irak selatan.
Namun, di zaman Kerajaan Sumeria tahun 4500 hingga 2000 Sebelum Masehi, Babylonia dikenal dengan nama Kadinyirra yang berarti “Gerbang Tuhan”. Menara Babel, simbol keangkuhan manusia juga diyakini berada di Babylonia. Menara yang muncul pada masa Kerajaan Sumeria itu bahkan tercantum dalam kitab suci  injil sebagai penyebab kemurkaan Tuhan terhadap umat manusia.

Jalan terpenting di Babylonia dinamakan Jalan Prosesi. Jalan yang panjangnya lebih dari 2,5 kilometer itu menghubungkan banyak tempat di Kompleks Babylonia. Di antaranya Gerbang Ishtar, Istana, Menara Babilon serta Jembatan. Selain itu, masih ada Kuil Ninmakh yang diekskavasi pada tahun 1900 dan dibangun kembali pada tahun 1958. Kuil itu adalah kuil persembahan bagi ibu para dewi.

Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (1792-1750 BC) menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.
Literature bangsa babylonia dibangun dengan sangat bagus dan rekaman cuneiform yang berhasil ditemukan menunjukkan agama, sejarah dan ilmu pengetahuan sangat berkembang.
Obat-obatan, kimia, alchemy, botany, matematika dan astronomi juga dipraktekkan. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang lebih tua. Mereka juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (berbentuk baji). Tulisan ini ditulis di tanah lempung yang basah dan dibakar dibawah terik matahari.

“Dongeng tentang penciptaan” bangsa babylonia ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Babylon. Lembaran-lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Tuhan Kota Babylon, Marduk dan bagaimana Marduk bisa menjadi tuhan tertinggi, raja semua tuhan yang ada di surga dan bumi.
Bangsa Babylonia mempunyai system angka yang lebih maju dari yang kita miliki sekarang, dengan system posisi dengan dasarnya 60. Mereka juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Mereka membagi hari sama seperti yang sekarang kita lakukan, 24 jam dengan 60 menit untuk setiap jam dan setiap menit 60 detik.

Kompleks Kota Raja di Babylonia yang luasnya mencapai 21 kilometer persegi kini telah direstorasi. Di antaranya, Istana di dekat Sungai Efrat yang luasnya mencapai 52 ribu meter persegi. Bagian selatan istana ini masih berfungsi hingga dua abad sebelum Masehi untuk berbagai kegiatan hukum dan administatif kerajaan.
Setelah Kerajaan Sumeria hancur pada tahun 1700 SM, rakyat di wilayah itu disatukan oleh Raja Hammurabi. Sayangnya, tim arkeologi belum berhasil mengekskavasi Ziggurat, bangunan tertinggi di Babilonia. Bangunan yang terdiri dari tujuh tingkat dan tiga tangga ini disebut juga Etemenanki. Artinya, lambang perantara surga dan bumi. Masih ada sejumlah peninggalan bersejarah di kota ini yang belum terjamah

Diodorus Siculus, sejarawan Yunani pada masa itu, menggambarkan hebatnya Taman Gantung bagi Amyitis. Menurut Diodorus, lebar taman itu 400 kaki (sekitar 130 meter), panjangnya 400 kaki, sedangkan tingginya lebih dari 80 kaki (sekitar 26 meter). Padahal, tembok Kota Babilon, menurut Herodotus, 320 kaki (sekitar 106 meter).Cerita Taman Gantung Babilon adalah cerita cinta antara Nebuchadnezzar dan Amyitis. Kisah ini mirip cerita pembangunan Taj Mahal di Agra, India. Taj Mahal adalah bangunan cinta.
 
Sumber dari bangsa Yunani menyebutkan bahwa taman bergantung berbentuk quadrangular, setiap sisi panjangnya 4 plethora, terdiri dari arched vaults di pondasinya. Taman ini mempunyai tumbuhan yang ditanam diatas permukaan tanah, dan akar dari tanaman ini melekat di teras bagian atas, bukan didalam bumi. Seluruh massanya didukung oleh colom batuan. Air dipompa ke atas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng, mengairi tumbuh-tumbuhan.Penggalian archeology terbaru berhasil menemukan pondasi dari istana Nebukadnezar. Penemuan lainnya yang mendukung adanya taman bergantung termasuk kolong bangunan dengan dinding yang tebal dan irrigasi yang dekat dengan istana selatan.
Sekelompok archeologist melakukan survey di istana selatan dan merekonstruksi kolong bangunan sebagai taman bergantung. Ahli sejarah Yunani, Strabo, mengatakan bahwa taman bergantung terletak di sungai Euphrates. Yang lainnya berpendapat bahwa lokasinya sangat jauh dari sungai Euphrates berdasarkan penemuan dari kolong bangunan yang terletak beberapa ratus yard dari sungai.

Tempat beradanya istana telah direkonstruksi dan diperkirakan taman bergantung terletak didaerah yang merentang dari sungai ke istana. Dinding yang massif, tebal 25 kaki baru-baru ini ditemukan di pinggir sungai, yang kemungkinan merupakan langkah untuk membentuk teras yang dideskripsikan dalam referensi yunani.

sumber: apakabardunia.com dengan pengubahan

0 komentar:

Posting Komentar