Sabtu, 05 Juni 2010

Teknik Perkawinan Antar Mikroba


Perkawinan merupakan cara yang dilakukan manusia untuk berkembang biak. Sel ovum dari ibu dan sperma dari ayah bertemu dan kemudian bergabung menjadi individu baru. Selain manusia sebagian besar hewan juga melakukan perkawinan untuk mempertahankan populasinya.

Berbeda dengan heawan ataupun manusia, jasad renik aau mikrooraganisme umumnya tidak melakukan perkawinan untuk berkembang biak. Mikroorganisme seperti bakteri melakukan ppembelahan sel untuk memperbanyak jumlah populasinya. Proses perkawinan merupakan peristiwa yang jaran terjadi dalam kehidupan bakteri, tetapi bukan berati bakteri tidak mampu melakukan proses perkawinan. Bakteri tidak memerlukan perbedaan kelamin dalam melakukan perkawinan karena memang bakteri tidak mengenal perbedaan jenis kelamin.

Salah satu proses perkawinan antar bakteri adalah proses konjugasi di mana terjadi perpindahan materi genetik (DNA) bakteri donor ke bakteri respien (penerima) . Umumnya proses ini terjadi pada bakteri-bakteri yang memilki kerabat yang dekat. Bakteri donor harus memilki pili seks yakni organel (bagian dari sel bakteri) yang bisa digunakan sebagai selang suntik ke bakter respien. Selain itu, bakteri penerima harus bersipat kompeten atau mau menerima donor materi genetik dari bakter lain. kondisi inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan terjadi perkawinan anatarbakteri.

Baru-baru ini, beberapa penelitian dilaporkan telah berhasil memperbaiki sifat bakteri dengan teknik perkawinan langsung. Teknik ini disebut sebagai genome shuffling. Prinsip dari perkawinan langsung antar bakteri (genome shufling) adalah penggabungan duabatau lebih dari sel bakteri yang memilki sifat unggul sehingga dihasiljkan bakteri baru yang memilki sifat unggul dari kedua induknya. Proses ini bisa terjadi secara alamiah tetapi masih kecil kemungkinannya.


sumber: kompas

0 komentar:

Posting Komentar